Puskesmas Munjungan Gelar Mini Lokakarya Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2025: Perkuat Sinergi Demi Masyarakat Sehat
Munjungan, 13 November 2025 — Puskesmas Munjungan menggelar Mini Lokakarya Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2025 di aula Puskesmas Munjungan. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh 26 peserta dari berbagai unsur lintas sektor di Kecamatan Munjungan.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Puskesmas Munjungan, perwakilan staf Kecamatan, perwakilan PKK desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Perencanaan Desa, Penyuluh KB, perwakilan Koordinator Wilayah Pendidikan, serta perangkat desa.
Acara dibuka oleh Dian Padmasari selaku pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak kecamatan.
Apresiasi dan Harapan dari Kecamatan Munjungan
Sambutan Camat Kecamatan Munjungan diwakili oleh Ibu Endah Yuniarti, S.E., selaku Sekretaris Kecamatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada Puskesmas Munjungan yang dinilai aktif dan konsisten menjalankan berbagai program kesehatan di wilayah Munjungan.
“Kami mengapresiasi Puskesmas Munjungan di bawah kepemimpinan dr. Titis Dwina Putri Anggita Sari yang telah membawa banyak kemajuan, mulai dari kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) hingga pembinaan kesehatan di tingkat SD dan SMP. Semoga setelah mini lokakarya ini, akan ada kesamaan persepsi dan langkah bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Munjungan,” ujar Bu Endah.
Pemaparan Materi: Dari Profil Puskesmas hingga Inovasi Layanan
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dr. Titis Dwina Putri Anggita Sari, Kepala Puskesmas Munjungan. Dalam paparannya, beliau menyampaikan profil dan capaian kinerja Puskesmas Munjungan, serta berbagai program unggulan yang saat ini berjalan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah program CKG (Cek Kesehatan Gratis), yang awalnya dilakukan sebagai hadiah ulang tahun, namun kemudian dikembangkan agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Selain itu, dr. Titis juga menyoroti rendahnya angka kehadiran pada kegiatan Posyandu Remaja. Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari beberapa perangkat desa.
“Anak-anak usia kelas 6 SD itu masih sangat bergantung pada orang tua, jadi kadang sulit hadir sendiri ke Posyandu”.
Yang lain menambahkan “Kami siap membantu agar kegiatan bisa dijadwalkan di hari Minggu supaya tidak bentrok dengan jam sekolah,” ungkap salah satu perangkat desa.
Diskusi Interaktif: Sinergi Program dan Penyelarasan Kebijakan
Dalam sesi diskusi, peserta mini lokakarya turut menyampaikan berbagai usulan penting. Beberapa poin yang menjadi perhatian bersama antara lain:
Perencanaan kegiatan desa yang menggunakan dana desa sebaiknya dikoordinasikan sejak awal dengan Puskesmas agar program kesehatan dapat berjalan selaras,
Pembahasan alur pengaktifan KIS-PBI (Kartu Indonesia Sehat – Penerima Bantuan Iuran), di mana masyarakat yang ingin mengaktifkan kembali kartunya perlu melakukan verifikasi di desa dan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),
Perlunya koordinasi erat antara KPM (Kader Pembangunan Manusia) dan tim P3S dalam program percepatan penurunan stunting,
Evaluasi kegiatan Germas di sekolah dan instansi wilayah Munjungan agar semangat hidup sehat terus digalakkan,
Penegasan bahwa perencanaan kegiatan desa untuk anggaran tahun 2026 akan dimulai sejak September 2025 hingga Desember 2025 untuk akhir perencanaan anggaran, agar tercapai sinergi lintas sektor dapat berjalan optimal.
Komitmen Bersama: Satukan Langkah untuk Munjungan Sehat
Mini lokakarya ini ditutup dengan kesimpulan bahwa seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi antarinstansi dan memastikan setiap kegiatan kesehatan di desa dapat berjalan searah dengan kebijakan Puskesmas dan pemerintah daerah.
Kegiatan berjalan lancar, penuh semangat kebersamaan, dan menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk menemukan titik temu serta memperkuat sinergitas lintas sektor dalam mewujudkan Munjungan yang lebih sehat, produktif, dan mandiri. (*Afs)
Fasilitas