Berita >> Sosialisasi Peningkatan Kapasitas SDM Kader Desa Siaga Desa Munjungan

Sosialisasi Peningkatan Kapasitas SDM Kader Desa Siaga Desa Munjungan

5 hari yang lalu | admin | Dibaca 15 Kali
Gambar Andalan

Munjungan – Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kader Desa Siaga di Balai Desa Munjungan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kader kesehatan Desa Munjungan.

Kegiatan ini dibina oleh Rifial Trisno Riswardi, S.KM dan Dian Patmasari, S.KM, dengan pemateri Rifial Trisno Riswardi, S.KM. Sosialisasi dilaksanakan secara langsung dengan dukungan media untuk mempermudah penyampaian materi kepada peserta.

Dalam pemaparannya, Rifial Trisno Riswardi, S.KM menyampaikan bahwa pengembangan Desa Siaga bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan kesehatan, tetapi juga menjadi subjek yang sadar dan mampu menjaga kesehatan lingkungannya sendiri.

Desa Siaga merupakan konsep pemberdayaan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan yang memiliki kesiapan sumber daya, kemampuan, serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, maupun kegawatdaruratan secara mandiri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Desa Siaga Aktif bukan sekadar program, melainkan wujud kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Keberhasilan Desa Siaga sangat bergantung pada keaktifan kader serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian kader, di antaranya:

  1.  Peningkatan Kepedulian Kader
    Kader diharapkan terus memantau kondisi kesehatan warga, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, serta warga yang memiliki penyakit menular maupun tidak menular.
  2. Pencegahan Stunting
    Upaya pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama. Kader diharapkan aktif dalam kegiatan Posyandu, melakukan pendataan sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta memantau tumbuh kembang balita secara berkala.
  3. Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM)
    Kader diharapkan melakukan pengamatan secara cepat apabila terjadi wabah penyakit atau kondisi kegawatdaruratan di wilayah masing-masing, sehingga dapat segera ditangani bersama pihak Puskesmas.
  4. Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ)
    Kader juga diharapkan lebih peka terhadap permasalahan kesehatan jiwa di masyarakat, mengurangi stigma, serta memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan.

Pada sesi diskusi, beberapa peserta juga menyampaikan pertanyaan terkait pelaksanaan program Desa Siaga.

Tn. Sunoto menanyakan tentang cara mengatasi kader yang tidak aktif. Pemateri menjelaskan bahwa solusi yang dapat dilakukan antara lain melaksanakan penyegaran kader, memberikan motivasi atau insentif, serta mengadakan pelatihan kembali bagi kader.

Sementara itu, Tn. Guritno menanyakan mengenai kendala utama dalam pelaksanaan Desa Siaga. Dijelaskan bahwa beberapa kendala yang sering dihadapi antara lain kurangnya komitmen dari sebagian pihak, keterbatasan pendanaan, serta sarana komunikasi yang belum memadai.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan kader Desa Siaga di Desa Munjungan semakin aktif dan berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih sehat, tanggap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan.
 

Fasilitas